Laman

0

Surrender..



“Bernyanyilah untukku..” pintaku lirih padamu.

“Suaraku tak merdu.”, ucapmu halus sambil menggelengkan kepala pertanda enggan.


“Ku mohon bernyanyilah untukku. Aku hanya ingin merekam suaramu dalam ingatanku.”, aku masih tetap memohon padamu, seorang laki-laki yang ku puja lewat melody nya.

“Suaraku akan terdengar sumbang.”, kamu menunduk dari tatapanku. Memetik senar-senar yang selalu menantangmu. Aku seorang seniman bukan karyawan atau pekerja seni, begitulah kamu menyebut dirimu.

“Baiklah aku tidak akan lagi memohon padamu untuk yang ketiga kali keempat kali atau keseratus kali.. tapi ijinkan aku memohon untuk yang terakhir kali.”, ucapku terpotong. Aku mengambil nafas dalam-dalam sedang kamu kembali menatapku menunggu lanjutan kalimatku.

“Teruslah bernyanyi.. Teruslah berkarya.. Sekalipun aku tak mampu mendengar lagi..”, ku tundukkan kepala menghindar dari tatapanmu penuh. Air mataku mengalir.


“Ku mohon jangan pergi.”, ucapmu seperti cenayang selalu berhasil membaca yang berputar dalam benakku. “Aku akan memainkkan gitar ini untukmu tapi jangan pinta aku untuk bernyanyi, bernyanyilah denganku karna aku tak mampu bernyanyi tanpa kamu.”, tangismu tanpa linangan, tertahan.

“Maaf tapi aku harus pergi..”, kuusap bulir yang membasahi pipiku.


Aku memberanikan diri untuk beranjak tapi terhenti dilangkah keduaku.

“Pergilah selama kamu mau, biar aku tetap disini sampai suaraku terdengar merdu karna jika kamu pulang nanti, ijinkan nyanyianku menemani tidurmu.”,

Aku kembali melangkah diiringi alunan nadamu.

Surrender..

Alunan tanpa nyanyian.


Sepi.. seperti aku tanpa kamu..

Sagan 30/10/2009 23:53 (ditemani "Surrender" Andra and The Backbone)
PS : Untuk idola saia, “Buat Kang Andra saia sungguh tergila-gila dengan permainan gitarmu hohoho..”,

0 komentar:

Back to Top