Laman

0

Hai Jendral!!


Hai Jendral!!


Apa kabarmu di sana?

Di sini kami sangat amat merindukanmu.

Merindukan sosokmu yang selalu hidup dalam anganku.

Walau hanya dapat kudengar dari cerita orang dulu tentangmu.

Hanya dapat ku pandang lukisan gurat letih wajahmu.

Hanya dapat ku baca sejarah-sejarah perjuanganmu.

Ya aku memang tak pernah bertemu denganmu.

Menatap langsung bahkan memeluk tubuh kekarmu.

Sekarang aku di sini tengah merindukanmu,

tengah memuja dan membangga-banggakan jerihmu.


Hai Jendral!!

Apakah kamu bahagia disana?

Harap dan doaku selalu untuk bahagiamu.

Duduk ku di sini mengharap hadirmu kembali.

Bukan kembali berjuang untuk Negara,

Melainkan kembali untuk keluarga.

Hai Jendral,

Lihatlah kami telah tumbuh dewasa di sini.

Wajah-wajah yang belum sempat kau kenali,

Wajah-wajah yang kiranya akan membuatmu bangga di sana,


Hai Jendral,

Sampaikan terimakasih dan salamku untuk para prajurit negeri.

Sampaikan pula salam rinduku untuk pendamping setiamu.

Seorang yang telah banyak bercerita tentangmu.

Seorang yang sempat memeluk bahkan melihat kami bertumbuh.

Seorang yang juga selalu kami rindukan.

Pemilikku,

Jagalah Jendral dan pendamping setianya untukku,

Untuk kami yang selalu menyayangi.

Yk / 04 Oktober 2009 / 16:21

Untuk mbah kakung dan mbah uti tercinta, sayang kami :

*Ferry-Rhony,Melan,Rayyan-Danny,Lisa-Dhiana,Bhimo,Idris-Reza-Yuka-Okko-Qiqi-Tya-Nisa-Dina-Jordan beserta ke enam anak dan menantunya*

NB : Doanya kita kirim ke TMP Kalibata sama TPU Pondok Kopi ya mbah.. ^^,

0 komentar:

Back to Top