Laman

Lady Rose



‘Praakk..’
“Kamu ga suka kan? Tu udah aku buang..” suara si laki-laki pada perempuannya terdengar bertengkar dari dalam rumah.

Itu aku.
Yang dilempar laki-laki itu dari jendela.
Aku patah. Aku yang baru saja dimiliki lalu dicampakkan sekarang hancur.
Dasar manusia ga pernah ngerti perasaanku!
Aku terus menggerutu kesakitan.
Aku menangis entah untuk perpisahan yang sangat buruk ini atau hanya karna kesakitanku.
Perasaanku sama berantakannya dengan tubuhku yang kini tak lagi berbentuk.
Aku benci laki-laki itu, yang dulu telah menciptakanku bersama perempuannya.
Bukan perempuan yang sedari tadi bertengkar dengannya tapi..Perempuan yang lain.

Auw! Mereka menginjakku!
Mereka pergi sambil tengah tertawa,
Pertengkaran mereka telah berlalu.
Dalam hidupku merekapun telah berlalu..
Ya.. Berlalu..

Tiga tahun setelah kejadian itu, aku masih hidup.
Seseorang telah menolongku. Seorang manusia tentunya.
Laki-laki pecinta sebangsaku huff..semoga dia tidak lagi membuatku benci dan mengutuk makhluk yang sering di sebut ma-nu-si-a.
Dia merawatku sampai aku merasa sembuh.
Menyambung bagian-bagian tubuhku yang patah.
Menutup dan mencoba menghilangkan bekas luka-lukaku.
Meskipun dia tahu retak ini tidak akan pernah pulih.
Setiap hari dia memandangku. Mengusap debu yang mencoba mengurangi keindahanku.
Dia bahkan menggores warna untukku. Semakin cantik saja aku ditangannya.
Dia membanggakanku pada setiap tamu yang datang berkunjung.
Aku bahagia!!

Tapi tidak untuk waktu yang lama.

Satu tahun berikutnya dia datang bersama sebangsaku yang lain.
Meletakkannya persis disampingku.

Kini aku tidak pernah lagi dipandangnya.
Debu ini dibiarkan menutup dan meredupkan cahaya keindahanku.

Aku sakit.
Sakit ketika dia terus memandangnya.
Terus mengusapnya.
Aku dicampakkan, lagi..

Suatu ketika ada tamu datang berkunjung, dia bahkan memindahkanku.
Ke tempat yang gelap dan tersembunyi. Sungguh bukan tempat yang layak bagiku.
Aku semakin sakit ketika dia menempatkannya ditempatku yang dulu.
Lagi-lagi aku patah.
Lagi-lagi aku hancur.
Bukan tubuhku tapi jiwaku.
Haruskah aku kembali mengutuk makhluk yang di sebut manusia ini?
Tidak. Aku terlalu lelah.

Kini aku berada ditengah keramaian.
Pasar.. Ya aku tengah duduk lesu ditengah pasar loak.
Lihatlah betapa tidak bergunanya aku sekarang sebagai barang loak.

Berhari-hari,
Berminggu-minggu,
Aku merasa kesepian ditengah keramaian..
Sampai akhirnya..
Perempuan cantik ini mengangkatku, menjunjungku tinggi-tinggi lalu tersenyum ke arahku.
Aku merasa hidupku kembali dipenuhi berjuta harapan.
Tanpa menawar perempuan ini membawaku pergi.
Sepanjang perjalanan aku menatapnya penuh harap.
Perempuan ini terus bersenandung, tidak ada gurat kesedihan di wajahnya.

Ajaib!
Seketika kesedihanku lenyap.
Aku tak lagi sendiri.
Kini kembali aku dimiliki.
Kami sudah sampai ke tempat baruku.
Sebuah kamar berukuran 4x5 terletak di lantai.2
Perempuan ini meletakkanku di dekat jendela.
Aku bisa merasakan udara sejuk pagi hari.
Aku juga tidak akan berdiri kebosanan karena bisa memandang keadaan diluar jendela.
Perempuan ini datang mengusapku dengan sehelai kain basah.
Sungguh menyegarkan. Seluruh debuku terangkat.
Perempuan ini senang sekali bersenandung.
Tak hentinya perempuan ini bernyanyi.
Perempuan ini seperti baru saja mendapatkan kebebasan.
Sama sepertiku,
kebebasan dalam kesedihan.
Sesekali perempuan ini bercerita tentang dirinya.
Dia bahkan mengajakku berbicara haha..
Tidak.. perempuan ini tidak sedang gila..
Perempuan ini hanya sekedar ingin berbagi kisah dengan siapapun dan apapun yang ia temui.
Aku semakin menyukai perempuan ini saja.
Dan yang terpenting aku bahagia berada disini.
**
Tujuh tahun..
Ya.. Tujuh tahun sudah berlalu..
Kini 7tahun usiaku sejak laki-laki itu menciptakanku –kemudian menghancurkanku.
Diam-diam aku masih menyimpan marah pada mereka yang telah menyakitiku.
Sudahlah aku tidak boleh lagi larut dalam kesedihan. Sudah lama berlalu.
**
Hey! Setelah sehari penuh beraktifitas akhirnya perempuan ini datang jg!
Mendekatiku, meraihku..
Perempuan ini membawakanku serangkaian bunga.
Untuk diletakkan dan menghiasi tubuhku.

Ya.. Aku adalah Vas..
Dulu aku hanyalah Vas pajangan tak berguna.
Sekarang aku adalah Vas tempat meletakkan bunga-bunga milik perempuan ini.
Lihatlah betapa aku semakin merasa berguna sekarang.

Sepanjang malam,
sambil membersihkan daun-daun yang masih tersisa,
Memotong batang yang sekiranya terlalu panjang,
Perempuan ini bercerita,
Tentang kesakitannya,
Tentang kesedihannya.

Aku terhenyak..
Aku terlarut dalam kesedihannya.
Aku bahkan tidak pernah menyangka dalam keceriaannya tersimpan duka..
Aku memandangnya penuh nanar.
Ketika aku sadari,
Kisahnya tak jauh berbeda dengan kisahku.
Ada kelelahan saat perempuan ini bercerita.
Kelelahan pada kisah hidupnya.
Perempuan ini.. Rapuh..
**
Perempuan ini menutup ceritanya dengan tersenyum puas ke arahku.
Sekarang bunga-bunganya sudah terangkai rapi.
Aku semakin merasa cantik.
Aroma tubuhku pun semakin terasa wangi.
Wangi mawar.

Perempuan ini tak berhenti tersenyum ke arahku
Sebelum akhirnya senyum itu hilang,
Perempuan ini menatapku dalam-dalam.
Memperhatikan bagian-bagian tubuhku.
Perempuan ini menyadari sesuatu, sesuatu yang telah terlupakan olehku.
Tiba-tiba perempuan ini menangis tersedu.
“Kamu ngingetin aku sama Dia.” Ucapnya terisak.

Aku terdiam. Terpaku.
Masih tidak percaya mendengar perempuan ini menyebut namanya.
Nama laki-laki yang sangat ingin kulupakan.
Oh betapa sangat tidak ku duga, aku bertemu, lalu dimiliki dengan salah satu penciptaku lagi.
Dia yang selalu dipandang sebagai Perempuan lain..

Kami sama-sama pernah di cinta oleh orang yang sama.

Buru-buru perempuan ini mengusap air matanya.
Bangkit dari duduknya, menjunjungku tinggi-tinggi.
Kemudian berkata,

“Sekarang aku telah bahagia, dan sekarang aku telah bisa melupakan segalanya..
Segala kesakitanku.. Karena aku telah memaafkan..”

Sempurna!
Decakku penuh kagum.
Aku mendapat banyak pelajaran dari perempuan ini.
Belajar memaafkan, belajar mengikhlaskan..

Kini aku telah memaafkan kalian.
Yang telah mencampakkanku,
Yang telah membuatku patah,
Bahkan kalian yang telah membuatku hancur..
Kini biarlah aku bersenandung dengannya..
Bersenandung untuk perempuan ini..
My Lady Rose..

17:30, 29 Agustus 2009
Yogyakarta, --- Ngabuburit dikamar ^^

1 komentar:

perempuan-hujan mengatakan...

Pernah saia posting d notes facebook
Aug 29, 2009 ^_^

Back to Top