Halaman

SURAT-SURATKU DARI KOTAK DRAFT



14 Januari 2012


Dear Babe,


Halo Be.. Apakabar? *angkat-angkat alis*

Be, aku ikut proyek #30harimenulissuratcinta donk Be. Dari pertama proyek nulis ini digaungkan, aku bingung mau kirim surat buat siapa. Kirim surat cinta buat pacar udah


keseringan Be, takut dia bosen haha..


Hari ini tanggal 14 Januari 2012 seharusnya jadi hari pertama aku posting surat, tapi berita subuh tadi yang bikin aku terpaksa harus save-draft dulu surat-surat yang mau aku posting nanti. Dan berita subuh tadi lah yang bikin aku jadi tau harus tulis surat buat siapa, iya surat ini buat Babe.


Subuh di sabtuku, berita yang sama sekali ga pernah aku tunggu. Satu pesan di ponselku dari Papa dikirim pukul 01.12 dini hari. Disusul pesan berikutnya dari Annisa adikku, pesan yang sama tapi lebih mengejutkan dia kirim pukul 05.17 di subuhku. Beberapa menit aku diam,

berharap ini mimpi karena bangun terlalu pagi (ya Babe tau lah aku sering terlambat sholat subuh hehe payah:).


Sabtu ini aku masuk kerja Be, kebetulan jadwalku jaga weekend banking. Setengah hari kerja ini perasaanku ga tenang. Sesekali sms Nisa, sesekali sms Papa sekedar bertanya kondisi Babe. Sampai detik aku menulis surat ini, di kepalaku sepertinya tak mau berhenti memutar kaset berisi memory tentang kebersamaan kita. Semakin aku mengingat tentang Babe, semakin deras pula bulir airmata yang jatuh. Aku sayang Babe!


Magrib ini dengan persetujuan Papa, akhirnya aku memutuskan pulang ke Bekasi. Babe sayang yang kuat ya, besok pagi kita bertemu siapkan pelukmu, siapkan senyummu.


St. Tugu, Gerbong Tiga Senja Utama Yogya.

(save-draft)


15 Januari 2012


Dear Lelaki Hebat,


Babe aku sudah sampai rumah. Senang seharian bisa nemenin Babe tadi, sedih karena nemenin Babenya di ruang 303 RSCM. :'(



Harusnya kita jalan-jalan Be, atau kalau Babe capek kita bisa karaoke di rumah. Kangen dengar Babe main piano, kangen dengar Babe main biola. Lagu andalanmu itu lho "Kasih Tak Sampai" hahaha.. Lagu itu kalau aku dengarin sekarang bisa mewek, nangis susah berhenti.


Babeku, pamanku yang paling baik sedunia.

Yang kuat ya! Allah swt sayang Babe, aku dan semua orang di sekeliling Babe juga sayang. *peluk*


Seandainya batuk Babe selama ini benar cuma batuk biasa, mungkin Babe ga perlu pindah tidur di ruang rawat inap. Ga ada yang pernah kira, kalau batuk Babe ini akar dari kanker. Ga ada yang pernah duga dan sampai surat ini aku ketik, kita semua berharap dokter salah diagnosa. Aku ga pernah bisa bayangin setiap Babe batuk, semua tulang sendi terasa sakit. Be, bisa-bisanya selama ini Babe ga pernah ngeluh. Sekuat tenaga Babe nahan sakit, sekuat tenaga aku meminta berdoa untuk kesembuhan Babe.


Kanker paru-paru stadium 4 metanya sudah menyebar ke tulang tangan dan kaki, kata dokter menjelaskan hasil rontgen paru-parumu. Babe bukan perokok, dekat perokok aja Babe milih menjauh. Di vonis Kanker stadium 4 tanpa kita tahu sejak kapan Babe sakit kanker paru-paru stadium 1-2-3?!


Apa benar penyebabnya karena abu vulkanik, waktu Babe jadi relawan saat Merapi meletus 2010 lalu? Kata tante, Babe sempat pingsan ga bisa nafas dan terpaksa dievakuasi. Babe tahu? Kita masih berharap Babe cuma kena virus biasa. Virus waktu terakhir Babe tugas jadi dokter relawan di Somalia. Akh, sudah bukan hal penting lagi bertanya dari mana datangnya sakitmu ya, Be?!


*sambil masih merasakan genggammu tadi pagi, berharap dan berdoa keajaiban sembuh itu menjadi milikmu. menjadi milikmu. aamiin*


Rumah Bintara, Bekasi.

(save-draft)


16 Januari 2012


Surat ini masih untukmu, Lelaki hebat..


Siang tadi aku ke RSCM, Babe ga di ruang 303. Kata suster Babe lagi tindakan. Biopsi, atau apalah itu istilah kedokteran. Sayang hari ini kita ga bisa ketemu ya Be. Aku takut kesorean dan ditinggal kereta. Hari ini harus balik lagi ke Yogya besok harus kerja, maaf ga bisa lama-lama nemenin Babe. Besok kalau aku pulang, kita ketemu lagi ya Be?

St. Jatinegara, menanti gerbong Senja Utama Yogya datang.
(save-draft)

28 Januari 2012

Dear Lelaki Hebat yang sangat ingin ku peluk,

Babeeee.. maaf kalau suratnya selalu berujung di save-draft-save-draft-save-draft huhuhu..
Apakabar Babe sayang? Kata Dina hari ini Babe ga jadi radioterapi, soalnya akhir-akhir ini Babe sering muntah-muntah. Mual ya Be? Pasti gara-gara dokternya kasih banyak obat ya? :'(

Be, masih ingat percakapan kita di telepon waktu aku pamit pulang ke Yogya?

Aku : Babe aku pamit yaa.. Babe yang kuat! Cepet sembuh.. Doa Yuka buat Babe.
Babe : Aamiin, Makasi sayang doain terus ya, kamu hati-hati di jalan.
Aku : Pasti! Be, besok kalau aku pulamg lagi ke Bekasi, kita ketemu lagi ya Be?
Babe : Insha Allah, doain Babe kuat ya..

Dan sekarang aku pengen denger suara Babe lagi. Kangen! Babe tahu Dina bilang apa? "Babe udah ga bisa terima telepon mbak. Ga bisa kena radiasi handphone, bisa pusing."

Sedih. Urung mau tekan tombol call di handphone. "Be strong my lovely, Uncle. I love you." --send.

*sms sudah aku kirim, surat ini juga mau aku posting. Berharap Babe baca di sana, atau besok kalau kita ketemu lagi aku bacain surat ini buat Babe.

Peluk sayang untuk Dr. Adji Suranto S.Pa dari keponakanmu yang bawel. :p

Senjaku di Yogyakarta.
0

Kalau jatuh, dia jadi pacarku nanti..

2005

Awal perkenalanku dengan.. sebut saja dia Eng.

Aku lebih dulu mengenal bangku kuliah daripada Eng. Tentu saja karena aku baru melihat sosoknya, setelah aku benar-benar duduk dengan nyaman di bangku kelas kita. Aku lupa tepatnya kapan pertama kali kita saling bertukar pandang, tanpa sebuah perkenalan basa-basi layaknya orang yang baru saja berkenalan.

Kami tak pernah saling bertegur sapa. Usai kelas biasanya aku akan berkumpul dengan teman-teman wanitaku dan kamu entah kemana, ketika itu tak terlalu ku pedulikan keberadaanmu.

Sampai pada suatu saat, kawan dari kelas lain menyapaku, "Hai..Kamu teman sekelas Eng?"

"Iya.. Kenapa?", tanyaku menyambut sapaannya dengan senyumku.

"Boleh aku titip ini? Tolong sampaikan pada Eng..", ucap kawan kelas sebelah, yang aku sendiri ketika itu belum mengenalnya.

"Boleh.. Kebetulan habis ini ada kelas statisik, aku sekelas sama Eng. Nanti ku sampaikan.", jawabku lalu menerima barang titipannya.

"Terimakasih ya.." ucapnya lalu bergegas pergi tanpa menoleh lagi ke arahku.

Tanganku masi terbuka, di atasnya ada sepotong kertas kecil yg terlipat dua. Terbuka. Kalian tahu aku tak sengaja membukanya karena kertas itu hanya terlipat dua dengan sederhana, bukan sepucuk surat beramplop yang bertuliskan Rahasia. Jadi kupikir ini bukanlah kertas rahasia yang seharusnya tak ku baca. Pikirku mencari pembenaran.

'Eng, Aku hanya ingin berkenalan. Bisa kamu menghubungiku? ini nomor telfonku 081******'

Begitu kira-kira pesan singkat yang tertulis dalam sepotong kertas tanpa nama itu.

Kelas statistik. Rupanya Eng sudah duduk manis dalam kelas terlebih dahulu sebelum aku. Dosen belum datang. Aku sengaja langsung menyerahkan kertas titipan tadi kepada Eng, sebelum aku mencari tempat untuk duduk. Tak banyak yang kami bicarakan. Aku hanya mengulurkan tangan lalu ku serahkan.

"Ada yang nitip tadi.. Nih..", kataku sepertinya mengagetkan Eng.

Aku langsung segera mencari tempat duduk tanpa menghiraukan lagi ekspresi wajahnya. Aku tersenyum sambil mengira-kira, pasti Eng menyangka surat itu dari aku. Bagaimana tak mengira surat itu dari aku? Si pengirimnya saja tak mencantumkan nama pengirim.

Tak ku pedulikan lagi. Hingga kelas usai. Hingga entah beberapa hari setelah kejadian ini.
Di kantin kampus aku dan Eng berpapasan. Salah satu temannya memanggilku.
"Eng mau kenalan..", bisiknya.

"Laah bukannya udah kenal ya?!" desisku pelan.

Eng datang mengulurkan tangan, sambil menunggu tanganku menjabat, senyumnya terus mengembang. Ku balas jabatnya sambil menyebutkan nama.

"Eng..", ucapmu sopan.

Perkenalan singkat yang berlangsung cepat. Belum sampai aku memesan makanan.

'gubraaakkkkk..' disambut suara riuh tawa seluruh pengunjung kantin.

Eng jatuh. Ku tahan tawaku sebisanya. Aku membantu mengangkat kursinya.
"Terimakasih..", ucapnya tanpa menatapku. Iya, tentu saja dia menahan malu.

Sebuah perkenalan yang tak biasa. Aku selalu mengingatnya sampai hubungan kami terjalin akrab menjadi sahabat. Aku dan Eng sering pergi bersama tapi tak berdua. Bersama teman-teman seperjuangan kuliah yang sama-sama merantau kami sering berwisata di akhir pekan. Kebersamaan kami yang melunturkan segala bentuk kekakuan yang pernah singgah di awal perkenalan.

"Aku kira dulu kertas itu dari kamu.." ungkapnya memulai pembicaraan.

"Hahaha bukaaan yaaa..", tawaku terkekeh.

"Ngarep nya sih gitu.. Kamu tahu aku langsung sms ke nomor itu. Sangking penasarannya haha.." ungkapmu jujur.

"trus??" tanyaku penasaran.

"Langsung di bales dan sedikit kecewa pas liat kamu di bangku depan ga pegang handphone sama sekali. Ternyata bukan dari kamu.", uraimu membuatku tak berhenti tertawa.

"Aku juga inget tuh kamu sampe jatuh waktu kenalan sama aku di kantin haha.." kataku setengah meledek.

"Oiya hahaha paraaahh aku malu..", gantian kamu yang terkekeh malu mengingatnya. "Kamu tahu?" sambungmu bertanya.

"Apa??"

"Biasanya aku kalau kenalan sama cewe sampai jatuh, itu pertanda cewe itu bakal jadi pacarku.." ujarmu setengah berbisik menggoda.

"Hahaha mana bisaaa? dari mana coba rumusnya?" sergahku sambil tertawa.

"Yee ga percaya.. yang sudah-sudah begitu.."

Mendengarnya aku berhenti tertawa. Tersenyum lalu diam-diam mencatat kalimatnya dalam hati. Percakapan biasa, toh aku mencintai kekasihku dan Eng menyayangi kekasihnya. Setelah itu yang kami tahu, kami hanya menjalankan lakon sebagai sahabat dengan semestinya.


2007

Tulisan ini untukmu, Eng.
Dari cewe yang kamu sudah tahu sebelumnya, kelak dia akan jadi kekasihmu.


2011

Enam tahun, terimakasih untuk perkenalan singkat yang tak akan pernah aku lupa.
Untuk sahabat terbaikku, teman yang baik hati meminjamiku tugas kuliah, teman mencontek saat ujian, teman membolos saat rindu mengunjungi gunung dan pantai.
Untuk teman hidupku (semoga kelak)
Eng.



Ditemani mendung,
Yogyakarta, 02 Oktober 2011

-Ka-
0

Tetap Setia

Kecupan hangat ini begitu dalam, ada isyarat kepedihan tertanam.

Sesekali tatapmu lekat-lekat pada binar bola mataku yang mulai berkaca.

"Apa yang sedang kamu cari?" bathinku.

"Aku mencari pengharapan jauh ke dalam hatimu" jawab tatapmu.

Kami masih saling diam, menikmati waktu-waktu yang mungkin tak akan lagi mempertemukan.

Habis sudah ragaku dalam rengkuhmu.

Kamu mendekapku erat.

Dalam hangat kau sampaikan isyarat, "Ijinkan aku menjaga apa yang telah ku dekap sayang.. Sungguh tak ingin lagi aku kehilangan..",

Kami masih saling diam.

Hanya bathin-bathin kami yang berperang.

Wangi aroma kulitmu menyeruak memenuhi rongga hidungku.

Kali ini tak ada isyarat yang bisa ku tangkap. Aku lupa tentang semua, segalanya.

Aroma yang membius dan kecupan-kecupan hebat.

Tuhan, rasa ini begitu memabukan.

Selalu di ikuti perasaan bersalah bukan berarti kalah kan Tuhan? Bathinmu kali ini menyapaNya.


tuhan bolehkah ku meminta

satu kali lagi bersamanya

izinkan ku tuk memeluknya

meski hanya sesaat saja


Tuhan, pada kalimat sahabat dapat ku tangkap, bahwa kisah Cinta tak harus memiliki benar begitu merakyat bukan? Bathinku ganti menyapaNya.


apa semua itu masih mungkin

saat dia bersama yang lain

namun tetap ku simpan

cintaku untuknya

tetap setia ku menghitung hari

tetap setia ku kan menanti

hingga saatnya kan tiba

dia kan kembali bersama


Aku menatapnya nanar..

Kini punggungnya pergi menjauh..

Menjauh dan tak akan pernah kembali merengkuh..




from song : Tetap Setia - Calvin Jeremy

Jaga Selalu Hatimu

kau jaga selalu hatimu

saat jauh dariku tunggu aku kembali

mencintaimu aku tenang

memilikimu aku ada

di setiap engkau membuka mata

merindukanmu selalu ku rasakan

selalu memelukmu penuh cinta

itu yang selalu aku inginkan

kau mampu membuatku tersenyum

dan kau bisa membuat nafasku lebih berarti


kau jaga selalu hatimu

saat jauh dariku tunggu aku kembali

ku mencintaimu selalu

menyayangimu sampai akhir menutup mata

kau mampu membuatku tersenyum

dan kau bisa membuat nafasku lebih berarti


kau, kau jaga selalu hatimu

*seventeen*


Jogja, di April penuh cinta..

Hari Sembilan belas..

Ada puluhan lagu di playlistku tapi aku berhenti di sini. Di lagu ini dan terus memutar ulang. Sudah menjadi semacam kebiasaan, aku akan terus memutar ulang lagu yang sama kalau merasa lagu itu sama persis dengan suasana hatiku, dengan perasaanku. Semacam soundtrack of the day hehe.. Jadi bisa dikatakan kalau lagu itu cuaca hati bagiku.

Heii kamu..

Yang selalu mengajariku berdamai dengan JARAK,

Yang selalu mengajariku membaca peta, memberitahuku kemana rindu harus ku arak..

Supaya aku tahu dimana aku bisa menemukanmu..

Supaya aku tahu dimana aku bisa menyusup dalam pelukmu..

Malam ini jelang tanggal dua puluh.. Ada sedih, ada cemas yang baru saja kau sampaikan. Bolehlah sebentar saja aku menangis, bukan sebab aku marah tapi sebut saja aku takut.

Aku takut jarak membuatku harus kehilangan.

Sebuah ketakutan yang katamu tak perlu.

Sebuah ketakutan yang hanya mengusikku saat menunggu.

Sayang,

Banyak-banyak ingin ku sampaikan..

Penuh-penuh rinduku ingin ku kirimkan..

Ku masukkan ke dalam amplop merah jambu, ku bubuhkan tulisan tanganku.

Ku tulis rapi nama dan alamat lengkapmu.

Alamatmu sebagai tujuan amplop merah jambuku. Sedang nama mu, ijinkan selalu menjadi tujuan akhir penantianku.

Semoga pak pos tak pernah salah arah dan semoga waktu mempertemukan penantian dengan namamu.

Secarik kertas merah jambu yang ku kirim.

Segores pesan kalimat yang ku sampaikan, "Jaga selalu hatimu",

02:10 19-04-2011 *Ka..^^

5

Happy meet up Mas Anji ^^


Wohaaaa...

#sampe bingung mau nulis apa sangking senengnya hoho..

Malem dua puluh empat maret dua ribu sebelas ini di jogja yg bergerimis manis.
Akhirnyaaa bisa bertemu sosok nyata Mas Erdian Aji secara live saudara-saudara!!
*gaya cerita mulai melebay hahahaha..

Sosok yang siapa siy yg ga tau??
Aksi panggungnya yg selalu meramaikan layar kaca, alunan suaranya yg selalu menggema di seluruh antero radio indonesia dan tentuuu kata-katanya yg menghujani timeline akun twitter saya hihi.. iyaa itu dia Mas ANJI DRIVE *salaman *salam kenal saya yuka *tetiba teringat adegan beberapa jam yg lalu hihi.. :")

Oiya fyi saya belum pernah punya pengalaman kopi darat sebelumnya iniii adalah pengalaman pertama, sama artis pula *alamaaakkk *girang bukan kepalang *pingsan slow motion :)))


"Dengan dan Tanpa Buku" :D



Belakangan saya baru tau kalau mas anji juga suka menulis.
Gegara ramai di akun twitter hashtag #CemburuItuPeluru langsung saya berburu siapa penulisnya. Ternyata eh ternyata usut punya usut dari kelima penulis di dalam nya mas Anji lah salah satunya. Sempat tadi saya berkelakar, "Mas saya kira cuma jago nyanyi aja ternyata nulis juga toh hihi.." mas Anji nyengir sambil 'book signing' buku Cemburu itu peluru yg akan di hadiahkan untukku.



*malam semanis coklat dan gerimis*



Beberapa menit yg singkat pertemuan kami tadi. Berbincang, bertukar buah tangan "coklat dan buku" turut meramaikan manisnya malam ini. Yang saya salut dari mas anji adalah dia dan keramahannya. Perpaduan yang legit. Saat pertama saling sapa, saya bahkan tidak melihat sosoknya sebagai artis karena sangking ramahnya. Ketika menyapaku mas anji sudah terasa seperti sahabat lama. "Eh yuka yaa.." sapa mas anji lalu menyalamiku. Ah iya mas ini aku si gadis berkerudung abu-abu berkaos putih hihi..

Mas anji tdk sedang sendiri, dia sedang berkumpul bersama komunitas fiksimini jogja. Kumpulnya penulis-penulis fiksi yg tinggal di jogja. Mas Anji dengan ramah memperkenalkanku pada mereka yg tak kalah ramah. Canggungku hilang sebab mereka begitu menerimaku dengan hangat. Kami berbincang banyak hal sampai acara berubah menjadi book signing dadakan. Saling membubuhkan tulisan dan tandatangan di buku Cemburu itu Peluru dan Buku Aku dan Hujan. Bahkan mas Anji sempat berkelakar. Memakai lipstik Dea untuk cap bibir di buku milik salah satu fiksiminers jogja hahaha..

Aku dan Hujan - Cinta itu Peluru, terimakasih u/keduanya ^^


Mas Anji sempat berpesan, yuka suka nulis kan? gabung aja sering kumpul sama temen-temen bisa sharing soal tulisan. Semacam di ingatkan, gunakan jejaring sosial untuk hal yang positif. Aaa..terimakasih mas Anji yg baik hati sudah menulariku semangat untuk menulis. Tulisan saya masih kacau, berantakan disana-sini masih harus banyak belajar lagi.

Terimakasih mas Anji buku Cemburu Itu Peluru nya..
Terimakasih mas Anji sudah ramah mengundangku bergabung dengan penulis-penulis fiksimini jogja yg keren-keren..
Terimakasih mas Anji sudah berkata, "Nanti kita ketemu lagii.. Tweet up lagii.."
Terimakasih mas Anji sekali lagi untuk semangat menulis yg telah ditularkan..
Terimakasih mas Anji sudah menyadarkan bahwa "Senyum CS itu biasanya manis dan itu anugerah.. bersyukurlah!", hihi..

Barharap nanti bisa mengulang perjumpaan malam ini tapi gantian aku yang pamer hasil karya tulisanku yaa hahaha amiin..



Aku tidak pernah mengenalmu sebelumnya.
Hanya kata layar kaca, aku tak percaya.
Sekarang aku mengenalmu lewat kata.
Bukan cerita mereka tentangmu.
Bukan cerita mereka yg tidak mengerti siapa kamu.
Aku tak peduli. Yang aku tau, aku mengagumimu lewat karyamu.
Itu saja.

Katamu, "Ayoo terus bermain dengan kata!!"

Nice to meet you Mas Erdian AJi.. :")

Jogja, 25 Maret 2011, 01:36
3

Rumput Basah



Selamat pagi duapuluhtujuh februari..

Mendadak pagi ini aku jatuh hati.

Pada rumput yg basah berkat embun menyeruak di dini hari.


Rumput basah,

wangimu kental bahkan aku bisa dengan mudah mengenal.

Aroma dedaun yang mengharum.

Melengkapi aroma mekarnya para kuntum.


Ah pagi ini..

Sengaja aku berjalan telanjang kaki.

Demi bercengkrama denganmu rumput basah.

Sengaja aku bertelanjang mata tanpa lensa.

Demi menikmati pesona hijaumu yang indah.


Berkatmu,

Hatiku teduh. Hariku teduh.

Seakan lupa akan segala peluh.

Seakan kamu memeluk segala keluh.


Rumput basah,

Bahkan kamu masih tersenyum untukku pagi ini.

Kamu tersenyum saat kakiku menginjakmu.

Kamu tersenyum saat menghirup habis aroma napasmu.

Seakan rela mati untukku.

Oh Tuhan aku jatuh hati (lagi).

Diam-diam di pagi hari.

Mana boleh Tuhan mana boleh itu terjadi (lagi)?


Aku menginjakmu sambil masih setia pada kata "menunggu",


Ya, aku menunggunya.

Menunggu hujan yang selalu ku cinta.

Aku terduduk di atasmu.

Berceloteh bercerita denganmu tentang hariku.

Namun ketika rintik itu datang.

Aku berdiri, berlari lalu menari.

Terus bersorak sebab dia datang.

"Dia datang, dia pulang", aku bersorak riang di bawah hujan.


Detik itu aku mengabaikanmu.

Detik itu aku tak pernah menyadari suara pecah tangismu.


Rumput basah,

Sekarang aku mengerti mengapa kamu selalu basah.

Sebab aku tak mampu menyeka embun yg menyeruak di dini hari.

Air matamu adalah embun yg mengiring doa kala kau selalu terjaga.

Air matamu adalah embun yg bergulir kala aku terlelap.


Dalam tangis kamu tersenyum,

Katamu embun itu milikku.

Rumput basah,

Dengarkan aku berbisik,

"Diam-diam aku mencintaimu.",

4

Surat Rindu, untuk wanita17-ku


Surat Rindu, untuk kamu wanita17-ku. :)

@indylovesblack

Wohaaaa..

Hai nyoongg!!

Waktu gw mention di twitter "Hayoo siapa yg mau gw kirimin surat rindu?", ternyata lw doank doonkk yg reply.

Sebagai hadiahnya ini aku kirim rindu dan sepucuk surat berperangko kilat.

Wanita17.

Itu kita ya nyong.

Gw nyeng dan lw nyong.

Sama-sama terlahir di tanggal 17.

Sama-sama bergolongan darah B.

Sama-sama punya kepala batu.

Sama-sama cuek dan ga peduli yang penting hati happy.

Sama-sama sok kuat aslinya cengeng abiiss hahaha..

Sama-sama punya pacar yg doyan gigit-gigit kuku.

Sama-sama punya kapal lengkap dengan kapten handal.

Dan sama-sama pernah melewati badai sampai kapal oleng dan hampir karam.

Sampe detik gw tulis ini, tenyata gw baru sadar. Ga banyak kenangan yang bs di inget antara gw sm lw ya nyong.

Bahkan kita ga pernah keluar sekedar jalan bareng buat iseng2 car

i brondong.. *oups! Hihihi..

Yeah! Maksud gw kita ga seperti pasangan sahabat kebanyakan. Yang sering bikin acara ketemu trus curhat habis2an. Cm bisa inget terakhir ketemu lw pas lebaran di PIM itu pun ga sengaja.

Nyaris 6tahun gw di jogja.

Dan itu artinya hampir 9tahun kita hampir ga pernah bergokil-ria berdua.

SMP, yaa cuma sekolah itu sisa kenangan gw sm lw. Dimana lw suka ngakak kalau gw mulai "jalan cacat",

Suka heboh sendiri kalau ada bahan gosip baru hihi.. Ah masa itu gw ga banyak inget nyong maaf yaa low memory nih gw.

Jarang ketemu tapi entah kenapa gw selalu ngerasa deket sm lw. Selalu ngerasa nyaman cerita sm lw. Mungkin karna kita intens chat di ym atau sekadar menyapa lwt sms di jaman itu, jaman bbm belum ada. Event beberapa kali sering lost contact gw tau, bukan karna kita saling lupa. Lebih tepatnya kita saling mengingat tapi kesempatan aja yg blum ada untuk saling menyapa. Yaa sama-sama tau lah kita ini wanita sibuk. *wosstsaahh di lemparin botol aqua* :)))

Satu hal yang gw nyesel sampe skrg.

Bahkan gw ga ada disamping lw waktu bokap lw ga ada. :'(

Hey nyong, seharusnya gw ada disamping lw waktu itu. Sejauh yang gw inget, waktu itu gw cuma bs telfon "kartili" minta tolong sampaiin salam turut berduka gw buat lw. Stlh tutup telfon gw kirim sms ke lw dan gw kembali sibuk entah sibuk apa gw waktu itu. Huff.. Harusnya ga gitu ya.. Maafkan nyeng yaa nyoongg.. :'(

Dan seperti malem ini gw kembali inget rasa bersalah gw stlh baca mention lw nyong.

RT @indylovesblack: Nite, daddy. Miss you so bad :'(

Yg sebelumnya jg pernah lw mention suddenly miss my dad. Huff.. Lw

harus tau bahkan gw pgn pinjem pintu kemana saja buat ada disamping lw. Seandainya doraemon ga di jepang, seandainya doraemon ga sibuk sm nobita pasti gw udah ketawaketiwi malem ini ngegokil sm lw. :D

Gw tau banget rasanya kangen sm bokap. Dari kecil yang ngurus

keperluan gw bokap bahkan mandiin sampe ngelonin gw tidur. Nyokap gw kerja diluar kota 2minggu sekali baru balik. Kebayangkan betapa deketnya gw sm bokap. Kalau lw pernah baca kisah gw ttg perempuan-hujan yaa itu ttg gw sama dia nyong.. :)

Well my dad my hero! ♥

Ga tahu kalau harus kehilangan sosok dia, nanti.. Mungkin bakal

kayak lw atau lebih rapuh dari lw. Ga ada yang tahu ttg nanti. Yang jelas lihat bokap gw asma nya kambuh sampai ga bs napas aja udah bikin gw pengen nangis donk nyong. :'(

Lewat surat ini ga ada niat bikin lw makin sedih. Selain permohonan maaf, gw jg pengen nyampein kalau lw ga sendiri. Masih ada gw, sekalipun kita jarang bs ketemu. Biar aja raga gw sombong ga nemuin lw, tapi doa gw ga pernah sombong bwt lw. :)

Wanita17,

Sekali lagi kalau kita punya kesamaan.

Sama-sama punya Super-Dad.

We ♥ you, Dad.. ^^

Hey nyong..

Bisakah kita bersahabat sampai nanti?

Sampai sama-sama hamil dan berceloteh tentang kelakuan si kecil?

Mungkin bahkan sampai kita sama-sama dipanggil oma hihi..

Dan pastinya berharap kelak kita berdampingan masih dengan orang yang sama.


Terselip rindu untuk gogor dan pican dari nyeng-nyong :)

Jogja, 25 February 2011

01:33 ada rindu di dini hari yang berhujan.

*cepetan lw main ke jogja nyong nanti kita tidur dkandang babii kikikik ngoookk.. :p

*luv nyeng*

Back to Top