Halaman

2

Aku suka caramu

Di kasur lipatmu, 13 february 2011

Dini hari ini teringat aku akan sesuatu.
Yang pernah terlewati bersama.
Ini sudah berlalu tapi masih saja segar dalam ingatanku.
Semacam flash back saja ketika pertama kali aku ke rumahmu.

Kamu ingat ketika kita sedang bermain bersama adik bungsumu?
Ya tentu itu dia sang matahari ibumu.
Aku, Kamu dan Adik perempuanmu.
Sore itu kita bergegas pergi ke pantai menikmati keindahan Sanur.
Dan tentu saja menghantar si bungsu berenang. :)

Aku hanya ingin membahas seputar perjalanan kita.

Di dalam mobil.
Aku duduk tepat di sampingmu.
Meskipun bukan untuk pertama kalinya aku melihatmu di balik kemudi.
Tapi ini pertama kalinya aku duduk disampingmu yang sedang khusyuk mengemudi.
"Kalau udah lama ga nyetir trus harus nyetir gini, biasanya aku pemanasan dulu nyetir sendirian yaa satu lap lah.. agak kagok ni bawanya", katamu masih terlihat berkonsentrasi.
Sementara aku hanya terkekeh.

Kaset koes plus ku putar.
Seperti diberi ruang untuk bernyanyi, terdengar suara si bungsu mengikuti irama kaset yg ku putar.Ajaib! Dia hafal. "Itu lagu nya bapak.. Tiap kali pergi pasti puter kaset ini makanya adek hafal." jelasmu sekali lagi membuatku terkekeh.

Ada sesuatu yg baru aku sadari.
Sedari tadi ujung ekor mata ini, entah berapa kali mencuri aksimu mengemudi.
Sedikit asing bagiku karena kita terbiasa naik motor roda dua.
Ah tenang saja aku bahkan melihatmu tidak seperti tukang angkot atau tukang taksi.
Entahlah bahkan aku malu mengakui ini, jujur saja kamu begitu terlihat sangat sexy saat berkonsentrasi mengemudi hahaha.. *mukaditutupinbantal*

Yak! Seketika saya kembali jatuh hati pak supir :)

Hmmm..jangan di kira saya jatuh hati saat anda menyetir mobil saja ya pak supir.
Saya ini bukan wanita bensin! *cewematre* :))

Belum selesai kisahku.
Mari mengingat2nya kembali.
Saat di duduk di atas motor.
Kamu tau, aku bahkan tidak bs melihat wajahmu kecuali kalau wajahmu menyembul di ujung kaca spion dan aku berhasil mencuri pandang.
Ada romantisme tersendiri ketika berkendara motor.

Yak! Saat ban motormu bocor!! :))

Kamu tau sayang bahkan aku tidak menggerutu saat harus terpaksa turun.
Bagaimana bisa aku menambahi bebanmu dengan gerutuanku sementara aku melihatmu kepayahan mendorong motor. Dan di situ, di bengkel perempatan tepi kali. Wajahmu yg lelah dan sedikit kesal bahkan masih sanggup menghiburku untuk bersabar.
"Maaf ya deka bocor lagi..", sambil menatapku dalam-dalam seperti orang paling merasa bersalah sedunia hahaha caramu aku selalu suka caramu.

Yak! Seketika saya kembali jatuh hati pak supir :)

Dan yang terakhir ini adalah romantisme paling sederhana yg pernah kita lewati.
Bukan. Kali ini bukan naik mobil. Bukan juga naik motor.
Kali ini kita tak berkendara. Hanya mengandalkan 2 pasang kaki kita.
Sepasang kakimu. sepasang kakiku.
Yeah! Jalan kaki..

Saat-saat yang paling aku nikmati.
Malam itu usai hujan. Jalanan masih basah.
Aroma tanah yg basah menyeruak ke dinding hidungku.
Hey kita sedang kelaparan rupanya.
Sambil menunggu film kita di putar, aku dan kamu berjalan agak lebih jauh dari gedung theater.
Berjalan sambil berceloteh. Berjalan sambil bergurau.
Atau berjalan sambil menikmati keusilanmu.
Usilmu dengan sengaja meraih ranting yg masih banyak bulir air hujannya.
Menarik lalu melepasnya. Ya benar saja bulir-bulir itu menghujaniku.
Biasanya aku menggerutu sambil mengejarmu.
Sedang kamu hanya terkekeh menang.
Setelah 5 meter aku manyun, barulah kamu menggenggamku.
Kembali lagi berjalan, kali ini bergandengan.
Sederhana saja..
Aku suka caramu..

*sudah hampir pukul 03.00 pagi. waktu aku ingin menyudahi tulisanku ini.
ku kira aku tengah melupakan sesuatu. Melupakan sebuah "moment'' yang aahh..lagi-lagi itu caramu.. kamu ingat sayang saat malam kamu harus menjemputku naik SEPEDA yang kamu pinjam dari ibu kost? kamu mengayuh dan aku duduk manis di sadle belakang sambil terus tersenyum. Hey kita seperti di film2 jaman dulu. Dan lihatlah aku geli saat orang2 memandang kita heran. Sedikitpun aku tdk merasa malu, yang ada aku semakin jatuh hati pada caramu.. :)

2 komentar:

Erny Kurnia mengatakan...

suka lagi mbak uka :)

perempuan-hujan mengatakan...

makasiii erny..
wuh mbak blum pnya bnyk waktu ni bwt baca2 tulisan kamu.. udh aku noted sbg PR ko tp heu.. blog nya udh mb follow y sayang.. :)

Back to Top