Laman

5

Sajak-sajak angkasa (Tiga Cinta)

SAJAK-SAJAK ANGKASA

(Tiga Cinta)



Kau terangi langkahku di malam yang temaram
Kau tuntun aku dengan sinarmu dari balik awan
Kaulah cahaya di hidupku yang hitam
dan Kaulah penutup hariku wahai rembulan...

Matahari pagi kurasakan panas
Membakar jiwaku dengan segala rutinitas

Aku inginkan hari segera malam
Aku sangat meridukanmu,wahai rembulan....


Walau letih,aku tidak ingin tertidur malam ini
Aku rela selalu terjaga di dalam lelah
Menemanimu hingga pagi tiba menjelang
Hingga kau berjalan pulang dan menghilang

Aku sadar bahwa kau bukanlah satu-satunya
Matahari,bulan dan bintang selalu bersama di angkasa
TeTapi, matahari terlalu panas untukku
Bintang pun terlihat kecil dimataku
Hanya kaulah yang aku inginkan dan selalu kurindukan
Hanya kaulah,..Wahai rembulan...

Aku ingin hariku selalu malam

Agar setiap saat dapat melihatmu, rembulan
Aku sangat ingin menggapaimu dan memilkimu
Aku tak mampu,..
Kau terlalu jauh, hanya sinarmuyang kusentuh
dan Karena sejatinya kau bukanlah milikku sendiri

Adzan maghrib telah berkumandang
Aku bergegas melangkah berjalan pulang
Ku ambil gitarku yang tua dan usang
Malam ini aku ingin bernyanyi dan bercerita
Keluh kesah kuhiraukan tinggalah canda tawa yang kucurahkan
Betapa sangat aku merindumu,wahai rembulan...

Langit terlihat mendung menghitam
Awan pekat jelaga menutup cahaya menyinari malam
Wahai rembulan,..kenapa kau menjauh pergi
Kuharap,...esok malam kau kembali menyinari


-Pengelana Malam-
( Jum'at 30 oktober 2009 /22.30 WIB




Aku Luna Sang Rembulan yang katamu selalu kau rindukan..

Aku Luna Sang Rembulan yang katamu selalu kau impi-impikan..

Aku Luna yang tengah hadir menyaksikan senyummu dari balik awan malam..

Aku Luna yang pernah meredup karna kelam..

Aku Luna yang terlalu ingin menemanimu..


Bukan sekadar separuh dari dua puluh empat jam yang kita miliki..
Tapi aku Luna yang ingin selalu ada di sepanjang waktu yang kamu ingini..

Sungguh aku telah mencoba tapi ternyata aku tak mampu memenuhi..
Selama Matahari masih bersinar,
Selama Malammu di penuhi cahaya bintang yang berpendar,
Satu dua bahkan ribuan cahaya bintang mampu meredupkan cahayaku..


Haruskah ku sampaikan pada Matahari bahwa dia tak perlu lagi menyinari?

Haruskah ku pinta itu demi kamu Wahai Pengelana Malam?


Aku rasa tidak..

Jutaan tahun Matahari dan Rembulan berjalan beriringan.

Aku dengan nya bertugas bergantian.

Aku mampu bertukar tempat dengan nya walau enggan.


Oh Pengelana Malam..

Sekalipun tak mampu ku penuhi inginmu dan inginku..

Tak ku ijinkan lagi semangatmu meredup dan kembali kelam..

Karna Luna ini akan menerangi malammu yang kian temaram..


Dan sekali lagi ku katakan..

Aku hanyalah Luna..

Yang hanya bisa mencintaimu dari balik awan..


-Luna ‘yours Moonshine-
Sabtu, 31 Oktober 2009 /16:56





Tergesa..

Setiap pagi selalu sama..

Terlalu siang kamu terbangun..

Karna terlalu dini kamu tertidur..


Inilah harimu..

Padat rutinitas yang menyita waktu..

Hingga tak sempat lagi kau sapa aku, Sang Mataharimu..

Aku lah Mataharimu..


Cahaya paling kekal dan senyata-nyatanya sinar..

Tetapi mengapa malah rembulan yang kamu rindukan?

Sedang hadirku yang nyata malah kau hiraukan..


Wahai Pengelana Malam,

Pantulan cahaya itu milikku..

Sungguh rembulanmu itu hanya semu..

Benda angkasa mati yang mencuri pesona cahayaku..


Hanya karna rembulan mampu membuaimu dalam mimpi..

Hanya karna rembulan bersinar paling terang di antara bintang..

Hanya karna rembulan kau nantikan aku tenggelam..


Wahai Pengelana Malam,

Berhentilah berkelana untukku..

Tidurlah lebih awal..

Dan bangunlah dari mimpimu ketika aku datang..

Aku rindu senyum hangat yang menyapaku..

Sehangat cahaya yang kuberi di pagimu..


Ku mohon berhentilah berkelana, untukku.. untuk kita..


-Mentari ‘yours sunshine-

Jumat, 13 November 2009 23:20




5 komentar:

abang fadil mengatakan...

aduhh,,bahasanyaaa..ga kuaaaatttt..hehehe
itu karya sndiri kaa??

diaNcaSsadiDuNk's mengatakan...

ukaaaa cantiiikkk...kamu bisa aja siy bikin dua syair yang jadi jawaban dari tulisan pengelana malam... malah aku lebih suka bahasamu lho..daripada siy pengelana malam.. waahhh..makin cihuy aja nih kemampuan menulisnyaaa.. lanjutkan!! hahaaa.. ^_^

perempuan-hujan mengatakan...

@ abang fadil : hihihihi beratss y bang ampe berkilo-kilo euyy.. karya uka cm yg luna sm mentari aj bang klu yg pengelana malam itu kawan yg bwt pas baca pnya dy tuz lgsg terinspirasi bwt 2sajak jawaban.. tp dah ada surat ijin bwt mempublikasikan ko hee.. gmn niat mw bkin sajak jg?? biar uka bkin sajak balasan hee..

@ mb dian : pengelana malam nya bru belajar nulis kt nya biasa lg melooww dan berhubung aliran tulisan uka adalah yellow meloow jd nyambung d hee.. siaapp lanjutkann!! ^_^

diaNcaSsadiDuNk's mengatakan...

like thisss 5 jempol deh kaaa!!!! ^_^ hehehehehe...

perempuan-hujan mengatakan...

hihihiihi.. d bca lg sajak ny ya??
ckckck.. sesorean ym-an sm mb dian..
makasiiyaaa mb.. kmu jgn bete2an lg ahh..
ntar cpet tua lho.. hihi..

cheers! ^_^

Back to Top